Templates by BIGtheme NET

Sang Penggunting Lipatan

dsc_2046aDi sebuah pasar di jazirah Arab, seorang pedagang budak menjual budaknya kepada pembeli. Kata si pedagang budaknya itu bagus dalam bekerja namun suka mengadu domba. Seorang saudagar  membelinya dan menyepelekan aib namimah itu.

Betul kata penjual Sang budak bekerja dengan baik. Pekerjaannya bagus, orangnya rajin, tidak bermalas-malasan. Pokoknya tuannya semakin senang dengannya. Setelah sekian lama bekerja sifat namimahnya muncul.

Kepada istri tuannya Sang budak berkata, “Ya Sayyidati, wahai nyonya… Sebetulnya Tuan itu sudah tidak begitu cinta lagi sama Nyonya. Maukah Anda kuberitahukan agar Tuan -suami Anda- lebih mencintai Anda sedalam-dalamnya dan tidak akan pernah berpaling dari Anda?”

“Ah, bagaimana caranya agar suamiku lebih mencintai diriku?” Rasa penasaran dan emosi tercampur dalam tanyanya. “Malam ini anda harus mengambil 3 helai jenggotnya. Setelah itu berikan kepada saya. Selanjutnya urusan saya, Anda tinggal terima beres.” Kata Sang Budak.

017ea-hadijha-blogspot-com

Namimah

Tak berapa lama, Sang budak berkata kepada tuannya, “Wahai Tuanku… Tahukah Anda kalau selama ini istri Anda telah berkhianat kepada Anda? Dia sudah selingkuh dan berencana membunuh anda malam ini”

“Bagaimana mungkin? Kamu tahu darimana?”, tanya tuannya dengan keheranan. Si budak berkata, “Malam ini pura-pura saja tidur dan buktikan omongan saya”

Pada malam harinya, sang istri mengendap-endap mendekati suaminya dengan pisau di tangan. suaminya yang sedang pura-pura tidur melihat hal itu semakin yakin dengan perkataan budaknya. Suaminya meloncat bangun dan merebut pisau dari tangan istrinya. Ia tikamkan pisau itu kepada sang istri. Tak bisa dihindari, akibatnya sang istri meningga dunia.

Selesai sampai di situ? Tidak. Si budak memberitahukan peristiwa ini kepada saudara-saudara sang istri. Mereka segera memburu sang suami dan membunuhnya Berita terbunuhnya sang suami tersebar dan diketahui oleh kabilahnya lalu terjadilah perang antar dua kabilah.

agama-islam-15-638Inilah yang disebut dengan namimah, mengutip dan atau merekayasa omongan dengan tujuan mengadu domba dan memecah belah. Al Qur’an mengingatkan, “Janganlah kamu ikuti pendusta yang suka bersumpah, yang berpandangan picik, yang suka mencela, yang berjalan menyebarkan namîmah” (QS. 68: 10-11). Orang yang melakukannya disebut nammam.

Sementara itu Nabi SAW bersabda, “Orang yang paling dibenci Tuhan ialah orang yang berjalan ke sana kemari menyebarkan namîmah, yang memecah di antara orang-orang yang bersaudara (saling mencintai), yang mencari-cari kesalahan dari orang yang tak bersalah.” (Ath-Thabrani, Ahmad).

Sekarang, menyebarkan berita yang berpotensi mengadu domba tidak usah berjalan ke sana kemari. Cukup dari kamar yang nyaman dan klik… Yang paling celaka adalah hidup di tengah kelompok yang modus perilakunya nammam dan menganggapnya sebagai sebuah ibadah sunnah muakkadah. perpecahanpun terjadi. Namimah menjadi pemutus pertemanan dan persaudaraan bahkan ‎pengklasifikasin otomatis iman dan kafir. ‎

Tentulah kita mesti waspada karena siapa tahu kita sendiri yang membawa gunting dan merusak tenunan keislaman dan kebangsaan kita. Jangan terlalu gatal untuk menyebar link yang belum bisa dipertanggun jawabkan secara pribadi. Lakukan tabayun dengan teliti dan ketat agar terhindar dari perilaku budak berlian sang penggunting lipatan.

banner-head

Facebook Comments

About Fajar Muchtar

Pimpinan Pesantren Al Musthafa dan Ketua Yayasan Al Mushtafa Rahmat Semesta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful

%d bloggers like this: